Ramadan di Masjidil Haram, Ada Aturan Lebih Ketat demi Ibadah yang Lebih Khusyuk
Memasuki bulan Ramadan, suasana Masjidil Haram selalu dipenuhi jamaah dari berbagai penjuru dunia. Demi menjaga kekhusyukan, keamanan, dan keteraturan ibadah di tengah lonjakan jamaah, otoritas Arab Saudi kembali menerapkan sejumlah aturan penting selama Ramadan.
Aturan ini bukan untuk mempersulit jamaah, melainkan untuk memastikan bahwa setiap orang dapat beribadah dengan lebih tertib, aman, dan fokus, terutama di area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Iftar, I’tikaf, dan Donasi Wajib Lewat Jalur Resmi
Salah satu aturan utama yang diberlakukan adalah kewajiban menggunakan jalur resmi untuk kegiatan iftar, i’tikaf, zakat, dan donasi.
Jamaah tidak diperkenankan membagikan makanan atau melakukan donasi secara mandiri tanpa izin. Seluruh kegiatan tersebut harus:
- Melalui lembaga atau jalur resmi
- Dilaksanakan di area yang telah ditentukan
- Memiliki izin dari otoritas setempat
Kebijakan ini bertujuan mencegah penumpukan massa, menjaga kebersihan, serta memastikan distribusi bantuan berjalan adil dan aman.
Jadwal Imam dan Shalat Diperketat Selama Ramadan
Selama bulan Ramadan, pengelolaan ibadah di Masjidil Haram juga dilakukan dengan pengawasan ketat. Beberapa ketentuan yang diterapkan antara lain:
- Imam, muadzin, dan petugas wajib hadir penuh selama Ramadan
- Jadwal shalat mengikuti kalender resmi Umm Al-Qura
- Jeda antara adzan dan iqamah Isya dan Subuh sekitar 15 menit
- Qiyamul lail di 10 malam terakhir wajib selesai sebelum waktu sahur
Pengaturan ini memastikan ritme ibadah tetap terjaga dan jamaah dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib.
Ibadah Bukan Konten Aturan Dokumentasi Diperjelas
Otoritas Masjidil Haram juga menegaskan etika penggunaan kamera selama ibadah. Kamera keamanan dan dokumentasi pribadi memang diperbolehkan, namun:
- Tidak diperkenankan merekam atau menyiarkan langsung shalat
- Tidak boleh merekam imam atau jamaah saat ibadah berlangsung
- Konten yang mengganggu kekhusyukan ibadah dilarang
Aturan ini menjadi pengingat bahwa Masjidil Haram adalah tempat ibadah, bukan ruang konten media sosial.
Ketat, Tapi Bertujuan Mulia
Bagi sebagian jamaah, aturan ini mungkin terasa membatasi. Namun pada praktiknya, kebijakan tersebut justru membantu menciptakan suasana Ramadan yang lebih tenang, tertib, dan khusyuk—terutama di tengah jutaan jamaah yang hadir bersamaan.
Dengan memahami dan mematuhi aturan sejak awal, jamaah dapat lebih fokus pada tujuan utama: memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Menuju Ramadan di Tanah Suci dengan Persiapan yang Tepat
Menjalani Ramadan di Makkah dan Madinah membutuhkan pemahaman aturan, kesiapan mental, dan pendampingan yang tepat. Banyak jamaah merasa lebih tenang ketika berangkat bersama travel yang memahami regulasi terbaru dan mendampingi sejak awal hingga pulang.

Arrehlah hadir untuk membantu jamaah menjalani umrah Ramadan dengan lebih nyaman, terarah, dan sesuai ketentuan resmi. Mulai dari bimbingan ibadah, pemahaman aturan Masjidil Haram, hingga pendampingan selama di Tanah Suci, semuanya disiapkan agar jamaah bisa fokus beribadah tanpa kebingungan teknis.