Kenapa Izin Resmi Penyelenggara Umrah Itu Penting? Banyak Penipuan Terjadi dari Sini
Fenomena penipuan umrah beberapa tahun terakhir makin marak. Mulai dari agen dadakan yang menawarkan harga too good to be true, travel tanpa izin yang memanfaatkan kepercayaan jamaah, sampai kasus jamaah telantar di bandara karena ternyata keberangkatan tidak benar-benar terdaftar. Kalau ditelusuri, hampir semua kasus itu punya benang merah yang sama.
Penyelenggaranya tidak punya izin resmi dari Kemenag.
Inilah kenapa memilih travel umrah bukan sekadar urusan harga murah tapi tentang keamanan, kepastian, dan keselamatan ibadah.
1. Izin Resmi PPIU Itu Bukan Formalitas Itu Perlindungan Jamaah
Setiap travel yang ingin memberangkatkan jamaah umrah harus memiliki izin PPIU dari Kementerian Agama.
Izin ini memastikan:
- Mereka memiliki legalitas jelas
- Ada struktur manajemen yang siap menangani jamaah
- Memiliki mitra resmi di Arab Saudi
- Mengikuti standar pelayanan minimal, mulai dari akomodasi hingga transportasi
- Memiliki jaminan keberangkatan
Izin ini seperti “tameng” untuk jamaah. Dengan izin PPIU, negara punya dasar untuk mengawasi travel dan menindak jika ada pelanggaran.
2. Travel Tanpa Izin. Harga Murah, Risiko Tinggi
Travel tanpa izin biasanya menawarkan paket super murah yang tampak menggiurkan. Tapi faktanya:
- Mereka tidak bisa mengurus visa resmi
- Tidak punya akses hotel atau maskapai berlisensi
- Tidak disupervisi Kemenag
- Tidak punya penjamin jika terjadi masalah
- Tidak ada jaminan keberangkatan
Akhirnya jamaah yang dirugikan:
- Gagal berangkat
- Kehilangan uang tabungan
- Terlantar di bandara
- Tidak dapat keadilan karena travel tidak terdata
Mirisnya, banyak korban adalah orang-orang yang sudah menabung bertahun-tahun demi impian umrah.
3. Modus Penipuan Umrah yang Sering Terjadi
Agar jamaah lebih waspada, berikut modus-modus paling umum:
Paket super murah jauh di bawah harga normal. Biasanya di bawah Rp 18 juta tanpa alasan yang jelas.
Janji keberangkatan cepat, tapu daftar tunggu tak jelas. "InsyaAllah berangkat bulan depan," padahal kuotanya tidak pernah ada.
Tidak memberikan bukti pembayaran resmi. Semua transaksi hanya lewat WhatsApp atau transfer pribadi.
Tidak menunjukkan izin PPIU. Saat ditanya, jawabannya selalu berputar-putar.
Visa tidak keluar hingga hari H. Karena mereka memang tidak punya akses resmi untuk mengurusnya.
Jika menemukan salah satu tanda ini, jamaah sudah seharusnya curiga.
4. Dampaknya Bukan Hanya Finansial, Tapi Juga Mental & Spiritual
Ketika jamaah menjadi korban penipuan, dampaknya bukan cuma uang hilang.
Banyak yang mengalami:
- Trauma
- Rasa malu
- Kekecewaan mendalam
- Rasa bersalah kepada keluarga
- Hilangnya kepercayaan untuk mencoba berangkat lagi
Padahal niat mereka hanya ingin beribadah dengan tulus. Inilah kenapa izin resmi travel bukan hal remeh, tapi pondasi dari rasa aman jamaah.
5. Arrehlah Travel Resmi, Terdaftar, dan Berizin PPIU
Salah satu komitmen terbesar Arrehlah adalah memastikan setiap jamaah merasa aman sejak hari pertama mendaftar. Kami adalah travel berizin resmi, memiliki:
- Izin PPIU aktif
- Sistem pelayanan sesuai standar Kemenag
- Mitra resmi di Makkah & Madinah
- Pendamping ibadah (muthawwif) profesional
- Manajemen keberangkatan yang rapi dan terdata
- Kepastian jadwal, hotel, dan maskapai
Karena bagi kami, jamaah bukan sekadar pelanggan mereka adalah tamu Allah yang harus dijaga dengan penuh amanah.