Menjelang Ramadan 1447 H, Arab Saudi Tetapkan Format Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Hitungan hari menuju bulan suci Ramadan kian dekat. Menyambut momentum ibadah tahunan umat Islam ini, Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci Arab Saudi resmi menetapkan format pelaksanaan shalat Tarawih dan Witir di Masjidil Haram, Makkah, serta Masjid Nabawi, Madinah, untuk Ramadan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 2026.
Penetapan ini menjadi rujukan penting bagi umat Islam di seluruh dunia, terutama bagi jamaah yang berencana menjalankan ibadah Ramadan di Tanah Suci maupun yang mengikuti pelaksanaannya melalui siaran global.
Tarawih 10 Rakaat, Ditutup Witir 3 Rakaat
Berdasarkan ketetapan yang dilansir dari Islamic Information, shalat Tarawih di kedua masjid suci akan dilaksanakan sebanyak 10 rakaat. Setelah itu, jamaah melanjutkan dengan shalat Witir 3 rakaat, sehingga total rangkaian shalat malam Ramadan berjumlah 13 rakaat.
Dengan susunan tersebut, pelaksanaan shalat dilakukan dengan lima kali salam, di mana salam terakhir ditutup pada akhir shalat Witir. Format ini telah lama menjadi praktik dominan dan konsisten di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Konsistensi Tradisi Ibadah Dua Masjid Suci
Format Tarawih 10 rakaat dan Witir 3 rakaat mencerminkan pendekatan yang menitikberatkan pada kekhusyukan, keteraturan, dan kenyamanan jamaah. Mengingat jumlah jamaah yang sangat besar selama Ramadan, susunan ini dinilai efektif menjaga kelancaran ibadah tanpa mengurangi nilai spiritualnya.
Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama ini dikenal sebagai rujukan utama dalam pelaksanaan ibadah Ramadan. Siaran langsung shalat Tarawih dari dua masjid suci tersebut diikuti oleh jutaan umat Islam di berbagai negara, baik sebagai inspirasi maupun pedoman.
Kepastian bagi Jamaah Dunia
Penetapan format Tarawih ini memberikan kepastian bagi umat Islam, khususnya:
- Jamaah yang berencana umrah Ramadan
- Jamaah yang mengikuti Tarawih secara daring
- Masjid-masjid di berbagai negara yang menjadikan Dua Masjid Suci sebagai rujukan
Dengan adanya ketetapan ini, umat Islam dapat mempersiapkan ibadah Ramadan dengan lebih terarah, baik dari sisi fisik, mental, maupun spiritual.
Jadwal Lengkap Akan Diumumkan Menjelang Ramadan
Pihak Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci juga menyampaikan bahwa jadwal lengkap ibadah Ramadan, termasuk:
- Waktu shalat
- Susunan imam Tarawih dan Witir
- Pengaturan teknis ibadah
akan diumumkan secara resmi menjelang masuknya bulan Ramadan.
Ramadan, Momentum Memperbaiki Kualitas Ibadah
Ramadan bukan sekadar pergantian bulan, melainkan momentum besar untuk memperbaiki kualitas ibadah. Shalat Tarawih menjadi salah satu amalan utama yang menghidupkan malam-malam Ramadan dengan doa, tilawah, dan ketenangan jiwa.
Bagi jamaah yang berkesempatan menjalani Ramadan di Tanah Suci, pemahaman tentang format ibadah menjadi bekal penting agar ibadah dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan tertib.
Menjelang Ramadan 1447 H, persiapan yang matang baik ilmu, niat, maupun perencanaan perjalanan menjadi kunci agar bulan penuh berkah ini benar-benar dimaknai sebagai waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bagi sahabat rehlah yang ingin merasakan Ramadan secara utuh di Tanah Suci, dengan pendampingan ibadah yang terarah dan persiapan yang matang, perjalanan umrah di bulan Ramadan bisa menjadi langkah terbaik untuk menghadirkan pengalaman ibadah yang tak terlupakan.
