Jejak Rehlah #2 Maqam Ibrahim: Batu yang Menyimpan Jejak Nabi Ibrahim AS

Kategori : Berita Haji, Edukasi, Ditulis pada : 18 September 2026, 13:50:02

Pernahkah Sahabat Rehlah melihat sebuah bangunan kecil berlapis kaca di dekat Ka’bah, lalu bertanya-tanya, apa sebenarnya yang ada di dalamnya?

Itulah Maqam Ibrahim sebuah tempat yang namanya disebut langsung dalam Al-Qur’an dan yang berkaitan erat dengan kisah Nabi Ibrahim AS saat membangun Baitullah bersama putranya, Nabi Ismail AS.

Batu yang tampak sederhana itu, tersimpan sebuah kisah tentang ikhtiar, ketaatan, dan perjalanan panjang membangun Ka’bah.

Di Sini, Nabi Ibrahim AS Berpijak

Maqam Ibrahim secara umum merujuk pada batu yang dikaitkan dengan tempat Nabi Ibrahim AS berpijak ketika meninggikan bangunan Ka’bah.

Dalam Tafsir Ibn Kathir, disebutkan bahwa ketika dinding Ka’bah semakin tinggi, Nabi Ismail AS membantu dengan menyerahkan batu-batu kepada Nabi Ibrahim AS. Nabi Ibrahim kemudian berdiri di atas Maqam Ibrahim untuk melanjutkan pembangunan.

Gambaran ini juga berkaitan dengan firman Allah:

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ ۖ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Wa idz yarfa‘u Ibrāhīmul-qawā‘ida minal-baiti wa Ismā‘īl, rabbanā taqabbal minnā, innaka antas-samī‘ul-‘alīm.

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.’”
(QS. Al-Baqarah: 127)

Dinding Naik, Sebuah Jejak Tertinggal

Kisah Maqam Ibrahim tidak berhenti pada fungsinya sebagai tempat berpijak.

Dalam Tafsir Ibn Kathir, terdapat riwayat dari sejumlah ulama terdahulu yang menyebut adanya bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS pada batu tersebut. Ibn Kathir juga menukil riwayat yang menggambarkan Maqam sebagai batu yang digunakan Nabi Ibrahim AS ketika membangun Ka’bah.

Namun, berbagai riwayat tentang asal-usul Maqam Ibrahim memiliki penjelasan yang beragam. Karena itu, yang paling kuat untuk menjadi dasar pembahasan adalah keterangan Al-Qur’an tentang Maqam Ibrahim serta riwayat mengenai penggunaannya dalam pembangunan Baitullah.

Sebuah batu yang terlihat sederhana, tetapi mengingatkan kita pada satu fase penting dalam pembangunan rumah Allah.

“Jadikanlah Maqam Ibrahim sebagai Tempat Salat”

Maqam Ibrahim juga disebut secara langsung dalam Al-Qur’an:

وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Wattakhidzū min maqāmi Ibrāhīma muṣallā.

“Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat.”
(QS. Al-Baqarah: 125)

Ayat ini menjadi dasar disyariatkannya salat di belakang Maqam Ibrahim setelah tawaf apabila memungkinkan. Dalam tafsir Ibn Kathir juga disebutkan praktik Nabi Muhammad ﷺ melaksanakan dua rakaat di belakang Maqam setelah tawaf.

Karena itu, ketika berada di sekitar Ka’bah dan melihat Maqam Ibrahim, kita sedang melihat salah satu tempat yang memiliki kaitan erat dengan sejarah ibadah di Baitullah.

Ribuan Tahun Berlalu, Kisahnya Tetap Diingat

Generasi berganti, Makkah terus berkembang dan jutaan manusia datang untuk beribadah. Maqam Ibrahim tetap menjadi salah satu bagian penting di sekitar Ka’bah.

Ia mengingatkan kita bahwa bangunan yang kita lihat hari ini memiliki kisah panjang tentang Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Bahkan ketika menyelesaikan pembangunan Baitullah, keduanya masih berdoa:

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا

Rabbanā taqabbal minnā.

“Ya Tuhan kami, terimalah dari kami.”

Kalimat pendek ini menyimpan pelajaran yang dalam, selesai melakukan amal bukan berarti selesai berharap. Masih ada doa agar amal tersebut diterima Allah.

Apa yang Bisa Kita Bawa dari Jejak Ini?

1. Ikhtiar membutuhkan kesungguhan
Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS membangun Baitullah dengan proses yang tidak instan. Ada kerja, ada usaha, dan ada peran masing-masing.

2. Amal perlu disertai doa
Setelah meninggikan fondasi Baitullah, keduanya memohon: Rabbanā taqabbal minnā “Ya Tuhan kami, terimalah dari kami.”

3. Sebuah tempat bisa mengingatkan kita pada sebuah nilai
Maqam Ibrahim bukan sekadar sesuatu yang dilihat ketika berada di dekat Ka’bah. Ia menjadi pengingat tentang ketaatan dan perjuangan Nabi Ibrahim AS.

4. Berkunjung ke Tanah Suci akan terasa berbeda ketika kita mengenal kisahnya
Ka’bah, Maqam Ibrahim, Safa, Marwah, Mina, Arafah, dan berbagai tempat lainnya memiliki sejarah yang membuat perjalanan ibadah semakin bermakna.

Setiap tempat punya kisah.
Setiap kisah punya ibrah.

Maqam Ibrahim mengajarkan kita untuk melihat Tanah Suci lebih dalam. Sebab di balik tempat-tempat yang kita datangi untuk beribadah, ada kisah panjang yang layak untuk dikenali.

Ikuti Jejak Rehlah berikutnya bersama Arrehlah.

Amankan niatnya. Tunaikan ibadahnya. Bersama Arrehlah.

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id