Kabar terbaru datang dari otoritas pengelola Masjid Nabawi. Jadwal resmi kunjungan ke Raudhah selama Ramadan telah ditetapkan agar jamaah bisa beribadah lebih tertib dan nyaman.
Raudhah adalah area mulia yang berada di antara rumah Rasulullah ﷺ yang kini menjadi kamar beliau dan mimbar beliau. Banyak ulama menyebutnya sebagai taman surga. Tak heran jika setiap Ramadan, jutaan jamaah ingin mendapatkan kesempatan untuk berdoa di tempat yang istimewa ini.

Agar semuanya teratur, jadwal kunjungan dibagi menjadi dua fase yaitu 20 hari pertama dan 10 hari terakhir Ramadan.
20 Hari Pertama Ramadan
Untuk Jamaah Pria:
Untuk Jamaah Wanita:
Pembagian waktu dibuat seimbang agar akses tetap nyaman meski jumlah jamaah meningkat.
10 Hari Terakhir Ramadan
Memasuki malam-malam penuh kemuliaan, jadwal kembali disesuaikan.
Untuk Jamaah Pria:
Untuk Jamaah Wanita:
Sepuluh malam terakhir identik dengan lonjakan jumlah jamaah. Karena itu, pengaturan waktu dibuat lebih spesifik untuk menjaga kelancaran dan kenyamanan bersama.
Kenapa Penting Tahu Jadwal Ini?
Banyak jamaah datang dengan harapan besar bisa masuk ke Raudhah. Tapi tanpa informasi yang jelas, bisa saja waktu terlewat.
Dengan mengetahui jadwal resmi ini, jamaah bisa:
-
Mengatur waktu istirahat dengan lebih baik
-
Menyesuaikan agenda ibadah
-
Menghindari antrean panjang di luar jam kunjungan
-
Lebih fokus dan tenang saat giliran masuk
Ramadan bukan hanya tentang hadir di Madinah. Tapi tentang bagaimana memaksimalkan setiap detik yang Allah beri.
Catatan Penting untuk Jamaah
Biasanya, akses masuk Raudhah memerlukan izin melalui aplikasi resmi (seperti Nusuk). Pastikan pendaftaran dilakukan lebih awal karena kuota terbatas, terutama di 10 hari terakhir Ramadan.
Datanglah lebih awal sebelum slot waktu dimulai, jaga adab, dan manfaatkan momen tersebut dengan doa-doa terbaik.
Ramadan di Madinah adalah impian banyak orang. Tapi yang membedakan adalah siapa yang datang dengan persiapan matang.